Minggu, 07 Juni 2015

Review Tugas 10 Mata Kuliah Manajemen Sistem Informasi

Pada tugas 10, saya diminta untuk membuat database dari Jasa Sewa Telepon Satelit dengan tabel Database Perusahaan Penyewa serta Database Telepon dan Biaya. Saya diminta untuk membuat database ini di Microsoft Access dengan membuat keseluruhan data di Microsoft Excel terlebih dahulu. Jumlah Database Perusahaan Penyewa harus berjumlah 300, dan jumlah pada tabel lainnya bebas. Selain itu, saya juga diminta untuk membuat pertanyaan sejumlah 200 pertanyaan yang harus bisa dijawab di Microsoft Access menggunakan fungsi query. Pertanyaan ini dibuat di Microsoft Excel.

Review Tugas 9 Mata Kuliah Manajemen Sistem Informasi

Pada tugas kesembilan ini, saya diminta untuk membuat database dari penghuni asrama dengan menggunakan Microsoft Access yang terlebih dahulu dibuat data lengkapnya di Microsoft Excel. Tabel yang terdapat di Microsoft Access ini antara lain tabel Database Penghuni Asrama, Gedung dan Kamar, serta Pembayaran. Database penghuni berjumlah 100 data. Selain itu, saya juga diminta untuk membuat daftar pertanyaan yang jawabannya dapat dicari di Microsoft Access dengan menggunakan fungsi query. Daftar pertanyaan dibuat di Microsoft Excel dan berjumlah 200 pertanyaan.

Review Tugas 8 Mata Kuliah Manajemen Sistem Informasi

Pada tugas kedelapan, saya diminta untuk membuat terjemahan jurnal dengan Microsoft Word, presentasi dengan Microsoft Powerpoint, dan mind map dengan MindManager X5. Jurnal yang saya ulas berjudul "Geocoding Data Analysis and Processing in Relational Databases". Berikut adalah reviewnya:



Data geocoding secara luas digunakan dalam aplikasi untuk mendukung lokasi geografis dan menghitung hubungan spasial, seperti jarak. Ini adalah praktik umum untuk menangkap data geospasial dalam sistem manajemen database relasional (RDBMS), di mana sebagian besar data bisnis disimpan dan diolah. Namun, RDBMS dunia kurang mampu menganalisis geocoding dan aplikasi pengolahan telah mencegah penanganan dari data spasial efektif. Database relasional harus mendukung analisis data geocoding dan pengolahan, seperti geocoding menyortir data, pencarian, geo-positioning, dan komputasi jarak. Persyaratan lebih maju dapat mencakup analisis daerah berdasarkan geo-lokasi dan cakupan wilayah dari geo-lokasi. Tulisan ini memberikan analisis terhadap beberapa persyaratan pada pengolahan data geocoding di RDBMS dari perspektif aplikasi bisnis. Tantangan dalam desain dan implementasi akan dibahas. Persyaratan akan lebih ditransformasikan ke permodelan, analisis, dan pengolahan pada dukungan geocoding dalam database relasional. Ketika volume database meningkat, masalah kinerja perlu ditangani dalam rangka memberikan permintaan data yang efisien dan data pengolahan. Objek database, seperti tabel tambahan, pandangan, dan indeks, dapat dirancang untuk memberikan peningkatan kinerja.
Sistem database relasional dirancang untuk mendukung model data relasional melalui penegakan baik entitas maupun integritas referensial. Database relasional telah menjadi pilihan yang dominan untuk menyimpan pengolahan informasi bisnis. Sebagai bagian dari informasi bisnis, alamat lokasi, serta koordinat geocoding, harus diproses oleh database relasional. Oleh karena itu, dukungan pengolahan data spasial di database relasional merupakan daerah penting yang berkontribusi pada keberhasilan aplikasi database. Pendekatan itu dalam analisis data geocoding dan pengolahan yang dibahas dalam makalah ini merupakan upaya menuju arah ini. Desain dan implementasi telah diuji terhadap kebutuhan bisnis di dunia nyata dan kemauan ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan bisnis berkembang lebih lanjut.
 Berikut adalah mind map dari jurnal:


Review Tugas 7 Mata Kuliah Manajemen Sistem Informasi

Pada tugas 7 ini, saya dan 2 orang teman sekelompok saya, yaitu Wimala dan Mega, diminta untuk membuat business process model before improvement dan after improvement dari prosedur penggajian karyawan di PT. MRT Jakarta dengan menggunakan Oracle BPM Studio. Selain itu, kami juga diminta untuk membuat penjelasannya dalam bentuk laporan di Microsoft Word.

Berikut adalah reviewnya:


Gaji adalah suatu bentuk pembayaran atau upah periodik yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya yang dinyatakan dalam suatu kontrak kerja. Apabila dilihat dari segi bisnis, gaji dianggap sebagai biaya yang dibutuhkan untuk sumber daya manusia yang terlibat pada suatu pekerjaan atau operasi. Oleh karena itu, gaji juga biasa disebut dengan biaya gaji atau biaya personil. Proses penggajian adalah suatu proses pemberian gaji kepada karyawan termasuk juga regulasi-regulasi yang terdapat didalamnya. Perusahaan yang kami pilih untuk dilihat dan dilakukan improvement adalah PT MRT Jakarta. Pemilihan ini dilakukan karena menurut kami suatu perbaikan diperlukan dalam proses penggajian karyawan PT MRT Jakarta.



Berikut adalah improvement yang dapat dilakukan oleh perusahaan MRT dalam proses penggajian karyawan mereka:
- Menggabungkan proses rekapitulasi gaji karyawan dengan pembuatan draft dokumen
- Proses penerimaan bagian rekap oleh divisi keuangan dihilangkan
- Proses tanda tangan dokumen dan verifikasi dipercepat
- Proses pencairan dana menggunakan sistem HRIS
Secara garis besar, improvement dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, terutama dalam segi waktu proses. Waktu total yang diperlukan sebelum perbaikan adalah sebesar 7 hari kerja, setelah perbaikan dilakukan waktu keseluruhan proses penggajian menjadi 3 hari kerja.